Terima
kasih,
Terima
kasih karena sudah pernah hadir di hidup saya walaupun pada akhirnya
meninggalkan luka yang begitu dalam hingga larut dalam mimpi, kamu yang
terindah pada kala itu dan kamu yang terburuk juga. Hampir setiap hari selama
240 hari kurang lebih aku hampir gila ? aku melakukan berbagai cara untuk bisa
mengikhlaskan ini semua tapi apa yang berbalik kepadaku hanya rasa sedih kecewa
dan selalu bertanya-tanya kenapa kamu pergi tanpa pamit. Aku melakukan berbagai
cara salah satunya dengan mencoba untuk membuka hati kepada seseorang supaya
luka ini lekas sembuh, tapi aku gagal lagi dan lagi mungkin setiap aku ingin
mencoba dengan seseorang yang baru aku selalu membandingkannya denganmu. Mungkin
juga kamu terlalu tampan untuk dilupakan ? memang iya, dan memang betul kamu
tampan,unik dan lucu apalagi kalau sudah memakai seragam cokelat kehormatanmu. Aku
suka senyum-senyum sendiri melihatnya, huft.... lagi-lagi aku selalu memikirkan
tentang dirinya sehingga setiap kali ada yang mau berkenalan dengan hatiku aku
selalu menolaknya bukan aku yang menolaknya tapi hatiku yang menolaknya. Aku seringkali
bertanya-tanya pada diriku sendiri apa salahku sehingga kamu tega pergi begitu
saja tanpa pamit dan kau meninggalkan rasa cinta ini yang begitu dalam hanya
untukmu, berbulan-bulan aku selalu menangis setiap malam berharap aku
mendapatkan teks atau pesan darimu, tapi apa? Itu hanya khayalan. Tahun ini
tahun terakhirku di palembang dan aku akan pulang lagi ke jakarta untuk
meneruskan hidupku, semoga kenangan indah saat itu menjadi pembelajaraan serta
pendewasaan bagiku, terima kasih sudah memberi luka dalam dan pergi tanpa pamit
aku percaya suatu hari kita pasti akan bertemu lagi di suatu tempat yang indah.
Thanks bob,
Komentar
Posting Komentar